Selamat Datang!

Sutarno Koyung Bapaknya Pemalang Peduli

Sutarno alias Koyung (72)/foto: sandi

PEMALANG (ranahpesisir.com)-
Perjalanan hidup seseorang kadang penuh misteri, suka duka pasti pernah di rasakan dengan penuh liku liku yang pada akhirnya di jadikan pengalaman dan so pasti bisa di ambil hikmahnya baik untuk dirinya maupun orang lain.

Seperti sosok Sutarno alias Koyung kini memasuki usia 72 tahun. Walaupun masuk usia senja namun lelaki yang tinggal di Kelurahan Mulyoharjo Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah masih nampak bugar dan enerjik.

Pria keturunan Tionghoa yang satu ini memang sangat luar biasa. Ia sosok yang supel dan cepat beradaptasi dengan lingkungan dan komunitas komunitas. Ia juga bergaul tanpa pandang bulu, dari mulai tukang becak, pemulung, kuli bangunan, para pedagang kecil, guru, wartawan, TNI Polri, preman, aktivis dan lainnya hingga para bintang, artinya dalam bergaul tidak pilih pilih.

Satu lagi yang membuatnya di kenal seantero Pemalang karena sifat kepedulianya yang bisa di jadikan contoh untuk masyarakat.


Sosok Sutarno juga tidak ingin ada pembeda antara satu dengan lainnya baik suku dan ras serta agama, yang ada di hatinya adalah kebersamaan. Ya boleh di bilang sosok Sutarno yang nama Tionghoa-nya Koyung ini sosok fenomenal di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah.

Unuk menghilangkan rasa penasaran banyak awak media yang mencoba ingin mengenal lebih dekat, seperti pada saat Sutarno berkunjung ke kantor LSM Pemalang Peduli, yang beralamat di sebelah barat Jembatan Beji, jalan Perintis Kemerdekaan Beji Taman Pemalang, Senin (19/4/2021).

Sutarno yang di dampingi Suhermo pengawal setianya di terima oleh Uripto GD selaku Ketua Umum LSM Pemalang Peduli dan beberapa awak media baik cetak maupun online.

Dalam bincang bincangnya Sutarno tidak mau disebut seorang pengusaha, ia lebih suka di bilang masyarakat biasa seperti pada umumnya. Saat ditanya awak media tentang sifat kepedulianya atau sensitif dalam sosial ia berkeberatan, bahkan setengah menyembunyikan.

"Maaf jangan bicara itu malu ah, itu gak seberapa masih banyak orang orang yang berhati mulia kok," ujar Sutarno, seraya merendah.


Ketika di singgung tentang apakah ada keinginan untuk menjadi legislatif? ia menampik.

"Saya melakukan semua itu tanpa ada maksud apapun, saya tidak punya keinginan jadi apapun, saya hanya ingin ada rasa kebersamaan sesama masyarakat," tutur Sutarno.

Menurut Suhermo, Sutarno atau Koyung itu memang orangnya baik suka membantu kaum lemah dan memang dia tidak punya maksud apapun.

Hal yang sama dikatakan Nurohim yang menurutnya sosok Sutarno memang murah hati.

"Saya kenal Pak Tarno ya cukup lama, memang orangnya agak antik tapi murah hati," sebut Nurohim.

Senada di katakan Pendi, "Pak Tarno bagi saya tidaklah asing, beliau sering mengadakan aksi sosial, ia suka berbagi dengan siapapun"

Ditambahkan Sutarno, dalam waktu dekat ada beberapa agenda baksos, baik dengan teman teman wartawan, para orang gila di jalanan serta para penghuni Lapas, atau Lembaga Pemasyarakatan untuk berbagi dengan para Narapidana.

Sebelum menutup acara BSBS (Bincang Santai Bersama Sutarno), Uripto GD, Ketua LSM Pemalang Peduli, menyematkan kalimat Sutarno Koyung Bapaknya Pemalang Peduli. (Sandi)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com