Selamat Datang!

Agenda Konfercab NU, Gus Ali Inginkan Ketua MWCNU Kedepankan Nurani

Gus Ali Nubhan Pengasuh Ponpes As Saifi Pancasila Sakti Desa Lebakgowah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal/foto: istimewa 

SLAWI (ranahpesisir.com)-
Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal akan melaksanakan hajat besar yakni Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (Konfercab NU) yang sedianya digelar Sabtu 24 Juli 2021 kemarin di undur pelaksanaannya pada bulan September mendatang.

Tentunya agenda utama yang sudah lama ditunggu pada konfercab tersebut memilih sosok yang dianggap paling mampu membawa NU lima tahun ke depan.

Nampaknya para kandidat sudah mengondisikan letua Majelis Wakil Cabang (MWCNU) sebagai calon eksekutor yaitu pengurus tingkat kecamatan yang berjumlah 18+1= 19 ketua MWCNU se Kabupaten Tegal.

Gus Ali Nubhan, Pengasuh Pondok Pesantren As Saifi Pancasila Sakti Desa Lebakgowah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, Minggu (25/7/2021) mengungkapkan, terkadang dalam kondisi seperti ini nurani eksekutor bisa bimbang bahkan kadang hilang karena iming-iming yang menggiurkan atau yang lain.

Sebagai warga NU Kabupaten Tegal, Gus Ali menginginkan para ketua MWCNU untuk mengedepankan nurani dalam memilih balon, calon yang akan dipilih menjadi ketua PCNU Kabupaten Tegal yakni yang mampu memaparkan visi, misi, dan program kerja yang bisa secara umum memajukan NU Kabupaten Tegal.

"Sebagai pengingat para ketua MWCNU, saya perlu menyampaikan puisi dari salah seorang penulis dari Kabupaten Tegal berikut ini, dengan harapan dapat memberikan inspirasi kemurnian dalam memilih calon terbaik," tutur Gus Ali.

Kembalilah NUku

Karya: Hata Sembilan

NU lahir di pesantren

Wadah kyai dan santri pesantren

Menyebarluaskan hazanah pesantren

Menanamkan masyarakat akan nilai-nilai pesantren

Seyogyanyalah NU dinahkodai orang pesantren

Yang kenthal akan ilmu-ilmu pesantren


Apalah jadinya, akupun tidak habis pikir

Jika perhelatan kepemimpinan NU, orang pesantren tersingkir

Terkalahkan iming-iming dan ratusan juta rupiah yang mengalir

Akibatnya keseharian kyai dan santri dari NU menjadi terisolir

Intan, emas, berlian berserakan tanpa wadah yang telah lahir

Akibat wadah telah penuh dengan isi yang tersihir


Gus Dur tidak rela hal itu bakal terjadi

Pada perhelatan kepemimpinan dalam muktamar NU suatu hari

Abu Hasan yang disusupkan penguasa sebagai pengganti

Trilyunan rupiah, kemegahan jabatan, dan kemewahan dunia untuk melancarkan lobi

Alhamdulillah para eksekutor dari setiap PCNU masih memiliki nurani

Gus Dur terpilih tanpa biaya tinggi


"Pada perhelatan kali ini apakah para eksekutor tetap memiliki nurani. Ataukah telah sunyi dari harga diri. Kawan, yakinkah engkau langkahmu direstui Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari. Ataukah hanya karena keserakahan pribadi," tanya Gus Ali, menegaskan.

"Marilah kawan taubat dan hanya takut kepada Allah Rabbul izzati, jika ingin beliau mengakumu sebagai santri," pungkas Gus Ali. (*)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com