Selamat Datang!

Dewi Aryani Canangkan Vaksinasi Massal untuk Difabel Kabupaten Tegal

Dewi Aryani anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi untuk kaum difabel di Kabupaten Tegal, Sabtu (31/7/2021)/foto: istimewa 

TEGAL (ranahpesisir.com)-
 Dr Dewi Aryani MSi Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan kembali menggelar vaksinasi massal di 10 titik, salah satu diantaranya adalah vaksinasi massal khusus untuk difabel Kabupaten Tegal.

10 titik tersebut diantaranya adalah Desa Kepunduhan, Kramat, Desa Tembok Luwung, Pendopo Kecamatan Slawi, Desa Kabunan, Desa Dukuhwaru, Desa Balaradin, Desa Kesuben, Desa Lebakgowah dan khusus difabel di laksanakan di kantor Difabel Kabupaten Tegal di Kecamatan Adiwerna.

Masing-masing lokasi di targetkan 100 orang dan 200 orang di kantor difable, sedangkan khusus untuk kalangan difabel sendiri yang akan di vaksin pertama kali sebanyak 100 orang. 

“Vaksin khusus masyarakat berkebutuhan khusus atau difabel ini merupakan yang pertama kali di laksanakan di Kabupaten Tegal," ujar DeAr, sapaan akrabnya, Sabtu (31/7/2021).

Mereka, masih kata DeAr harus mendapatkan prioritas juga agar segera dapat terbentuk kekebalan tubuhnya dan aman dalam melaksanakan aktivitas sehari-sehari, akan tetapi mereka tetap kita ingatkan bahwa disiplin prokes tetap menjadi kewajiban yang harus di perhatikan.


Hadir mendampingi DeAr diantaranya adalah pejabat dari Kemenkes, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan para Kepala Desa di wilayah titik vaksinasi masing-masing.

Tak kurang dari 100 tenaga kesehatan dikerahkan untuk menyukseskan kegiatan vaksinasi ini.

"Vaksinasi ini harus dilakukan secara masif oleh pemerintah agar herd immunity dapat segera terbangun secara cepat apalagi saat ini sudah muncul varian-varian virus Covid baru yang lebih ganas," tegasnya.

Untuk di pahami bahwa salah satu tempat hidup yang dipilih virus dengan jenis baru adalah manusia dengan kekebalan tubuh atau inang yang rentan. Oleh karena itu, kekebalan tubuh secara komunal sangat dianjurkan untuk meminimalisir munculnya mutasi atau virus varian baru.

“Jika masih banyak kelompok rentan dalam hal ini kelompok masyarakat yang belum divaksinasi serta tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik maka kekebalan kelompok belum terbentuk. Sehingga hal itulah yang menjadi sumber transmisi dan kemunculan mutasi virus dengan varian baru," tandas DeAr. (*)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com