Selamat Datang!

Rismanto Wakil Rakyat Pamomong Tani Hidup Sangat Sederhana


Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Rismanto/foto: istimewa


PEMALANG (ranahpesisir.com)-
Berumah megah bermobil mewah Harta melimah pakaian indah atau yang serba ah ah ini mungkin dambaan semua orang, karena dengan semua itu hidup menjadi gairah dan penuh kebahagiaan. 

Tapi di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah ternyata masih ada sosok yang sudah menjadi manusia (Manunggaling Rasa) dan se akan akan berpaling dari gemerlap dan glamornya dunia. Sampai sampai banyak teman teman sejawat, tetangga kanan kiri sanak saudaranya juga para kolega menganggap orang Unik.

Ya itulah sosok Rismanto yang saat ini menyandang jabatan Wakil Rakyat atau Anggota DPRD Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Rismanto pria kelahiran tahun 1989 warga RT 10 RW 02 Desa Tegalsari Timur Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang anak dari pasangan bapak Kusmoro dan ibu Dasti dari 7 bersaudara.

Di kancah pergaulan Rismanto yang suka memakai blangkon di kepalanya lebih suka di kata wong ndesa, hal ini mungkin baginya untuk menambah penjiwaanya sebagai orang terlahir dari pelosok desa.

Dari wawancara secara Ekseclusif di ruang Fraksi Golkar DPRD Pemalang awak media sampai terbengong mendengar paparan Filosofi tentang pola kehidupannya.

Menurut Rismanto, saya ini orang jawa tulen jadi harus bisa menjaga kejawaannya dalam kehidupan sehari hari termasuk adat istiadat sehingga bisa Memayu Hayuning Buwono (menjaga keseimbangan bumi) tidak cuma memanfaatkan bumi tapi turut merawat dan menjaganya. Bumi ini amanah dari Alloh SWT kepada manusia jadi sudah selayaknya kita menjaganya.

Rismanto yang kini ber usia 32 tahun ayah dari Calista Ristin Puji Pangestu 2 tahun dari seorang istri Tien Cahyaningsih warga desa Wanarejan utara menambahkan, jangan heran dan jangan kaget mas kalau lihat saya berangkat dari rumah ke kantor DPRD Pemalang menggunakan sepeda genjot ini bukan cari sensasi atau pencitraan yang penting tidak terlambat dan absen paling nomor satu walau kadang sidangnya tidak tepat waktu. tapi yah begitulah adanya saya, dan saya memang senang sebab dengan nggenjot sepeda dari tempat tinggal saya Wanarejan Utara ini membuat badan tambah sehat serta untuk selalu mengingatkan bahwa saya ini orang ndesa.saya terlahir dari seorang petani yang hidupnya sederhana sebagaimana kehidupan petani di desa. Saya dari kecil sudah akrab dengan Kerbau dan kambing bahkan sampai sekarang saya masih memelihara kerbau sama kambing.

Sepulang sekolah baik saat di sekolah dasar, SMP bahkan sepulang sekolah di SMA Bodeh saya angon kerbau. Di singgung tentang titian kariernya sebelum menjadi Anggota DPRD Pemalang ia menuturkan,selain bertani saya juga pernah bekerja sebagai kuli bangunan jadi pedagang nasi goreng dan menjadi marketing di salah satu perusahaan dari Purwokerto, saya juga pernah ngabdi di SMP Negeri 2 Watukumpul.

Kalau bicara Politik praktis bagi saya tidak asing sebab simbah saya mbah Daid kader partai Gololongan Karya atau Golkar tulen sampai di akhir hayatnya bahkan sampai cintanya pada partai Golkar ia sempat berpesan dengan keras kepada anak istri serta cucu cucunya, POKOKE ANAK BOJO PUTU KUDU GONDELAN WATON OJO NGANTI LEPAS KADING PARTAI GOLKAR ANGGERE ORA MELU PARTAI GOLKAR AKU ORA APAN NGAKU YEN KOWE ANAK PUTUKU, yang artinya mbah Daid berpesan kepada istri dan anak anak serta cucunya agar tidak lepas dari partai Golkar tapi kalau sampai lepas atau pindah ke partai lain mbah Daid tidak akan mengakui baik anak istri maupun cucunya. Memang ada sekelumit cerita tentang mbah Daid sampai benar benar bertaruh nyawa di lingkungannya demi membela partai Golkar.

Begitu pula Orang tua saya, saya di didik untuk bisa bermasyarakat, berso sial dengan para petani dan buruh tani serta seluruh lapisan masyarakat terutama yang ada di desa saya, saya biasa membantu orang tua di sawah, macul tandur matun derep itu hal biasa maka di kalangan petanipun sampai sekarang tidak asing.

Mungkin dari bermasyarakat dan cara bersosial serta kedekatan dengan para petani memikat hati pak Rabadi sosok Golkar tulen Pemalang mengajak saya untuk berkiprah di Partai Golkar pada pilihan legislatif yang kemarin. Atas dukungan dan dorongan pak Rabadi saya ikut nyaleg kebetulan saya showan ke sesepuh saya kemudian sesepuh saya merestui saat itu juga saya bersiap diri untuk maju nyaleg. Padahal saat itu saya tidak punya uang bahkan seribu rupiahpun saya tidak punya, tapi sesepuh mendorong bahkan saat itu beliau langsung perintahkan saya hari itu juga untuk mundur dari ngabdi di SMP  Negri 2 Watukumpul, segera menikah dan ikut nyalon Legislatif di partai Golkar.

Walaupun saat itu saya tidak punya apa apa tapi karena itu perintah dari sesepuh saya, saya patuhi dan memang tidak ada yang meleset artinya semua benar benar terjadi.

Saat itu juga saya mulai bergerilya dari teman satu ke teman yang lain, sanak saudara, kerabat dan handai taulan serta para sahabat di Dapil 3 Kecamatan Petarukan dan Ampelgading untuk minta Doa restu dan dukungannya. Saya tidak memberi uang sepeserpun ini sekaligus ngetes sejauh mana kesetiannya terhadap saya dan Alhamdulillah saya bisa meraup suara yang cukup lumayan sehingga berada di urutan kedua.semula saya sendiri hampir tidak percaya.

Kiprahnya sebagai Wakil Rakyat saya di lantik dan di ambil sumpah pada hari Rabu 14 Oktober 2020 pukul 9.00 WIB.tiap kali berangkat ke kantor Dewan saya asyik naik Sepeda, kalau asupan makanan saya sudah 4 tahun menjadi Vegetarian, saya tidak makan makanan yang bernyawa cukup pecel pecak tahu dan tempe itu menu setiap hari saya.untuk buah buah hampir semua buah buahan saya suka. Hobi saya ngangsu kaweruh sama para sesepuh dan berbaur dengan para petani dan peternak ini pas sesuai dengan bagian saya di Komisi B DPRD Pemalang yang membidangi Pembangunan Pertanian dan Peternakan.

Berkaitan dengan hiruk pikuk dan gemerlapnya seorang pejabat wakil rakyat, bagi saya itu amanah besar yang harus kita jaga, jangan sampai kepercayaan rakyat kita anggap enteng dan menyia nyiakanya. Saya tidak takut miskin karena saya sudah terbiasa hidup susah. Ada yang mengharukan pada saat saya mau di lantik, saya ngomong sama kedua orang tua saya bahwa saya mau di lantik menjadi anggota DPRD Pemalang dengan tujuan mengajak kedua orang tua saya untuk mengikuti acara pelantikan, tapi jawaban di luar dugaan dengan bahasa jawa, apa kaya kuwe enyong kudu melu! saya bertanya lagi apa bapak karo sima ora melu seneng nek aku dadi DPR iya menjawab, enyong seneng angger kowe bisa dadi wong sing bisa kerja dengan baik untuk masyarakat. Pesan Orang tua ini yang selalu teringat di hati sanubari saya.

Motto hidup saya yaitu HIDUP SEDERHANA BISA BERGUNA UNTUK MASYARAKAT BANGSA DAN NEGARA SERTA AGAMA. Saya berusaha agar antara ucapan dan tindakan sama.di singgung tentang bagaimana kedepan dalam kinerja sebagai kader partai Goldar dan selaku wakil rakyat Rismanto dalam closse nya menjawab siap memperjuangkan kaum petani dan buruh tani serta para peternak agar bisa Mandiri hidup sejahtera.pungkas Rismanto Anggota Komisi B, DPRD Pemalang dari Fraksi Golkar (Uripto GD/Sandi)

Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com