Selamat Datang!

Di Awal Tahun, AKI di Brebes Sudah 4 Orang


 


BREBES (ranahpesisir.com )-
Tidak seperti biasanya, ditahun 2022 yang baru berjalan sebulan kasus Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) sudah terjadi 4 kasus. Hal ini membuat keprihatinan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH sehingga langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan jajaran terkait, di Pendopo Bupati, Senin (7/2).

“Ini persoalan serius, yang harus ditangani bersama agar tidak terjadi lagi penambahan kasus baru di kemudian hari,” kata Idza.

Kepada jajaran Dinas Kesehatan, seluruh perwakilan Puskesmas, Camat, Kepala Desa dan lainnya untuk mengutarakan kendala apa saja yang terjadi dilapangan agar dicarikan solusi.  Idza mendesak jajaran Dinkes dan pihak-pihak terkait untuk bekerja keras menekan jumlah kasus kematian Ibu.

“Baru satu bulan, kok sudah ada empat kasus ibu meninggal. Mari kita diskusi apa sih kendalanya, agar segera dicari solusinya,” ajak Idza.

Salah satu solusi yang ditawarkan Bupati adalah bergandeng tangan dengan seluruh pihak terkait. Diantaranya, para camat bersama steak holders yang ada di tingkat kecamatan untuk menggelar pertemuan rutin satu bulan sekali. Kawal wong meteng, untuk mengetahui perkembangan Ibu hamil yang ada di wilayahnya hingga ke tingkat RT/RW.

Dinas Kesehatan, lanjut Idza, juga harus menyediakan aplikasi yang bisa memonitoring sekaligus mengevaluasi kondisi kesehatan para Ibu hamil. Sehingga ketika terjadi persalinan tidak ada keterlambatan dalam penanganannya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kab Brebes Sri Gunadi Parwoko membenarkan ada empat kasus AKI di awal tahun. Yang biasanya nol kasus, paling banter 1 kasus, tahun 2022 ada 4 kasus. Mereka berasal dari rujukan Puskesmas Bulakamba yang meninggal di RSUD, Puskesmas Sitanggal meninggal di RSUD, Puskesmas Winduaji meninggal di RS Aminah Bumiayu dan Puskesmas Brebes meninggal di RSUD Brebes.

Gunadi mengatakan, untuk menekan kasus kematian Ibu dan Anak, perlu strategi jitu, yakni Intervensi program Keluarga Berencana dan menciptakan Desa Modeling, minimal satu puskesmas satu desa yang akan menjadi Pilot Projek bagi desa-desa lainya.

Rakor yang dikemas dalam bentuk Coffee Morning tersebut, dihadiri antara lain Staf Ahli Bupati bidang Kesra Akhmad Mamun, Direktur RSUD Brebes dr Rasipin, Plt RSUD Bumiayu dr Syafii dan RS Swasta lainya, para camat dan tamu undangan lainnya.(*)


Share this post :




Berita Populer

Statistik

 
| |
Copyright © 2016. ranahpesisir - All Rights Reserved
Admin by redaksi
Proudly presetnt by ranahpesisir.com