The Portir Turut Menghibur TMMD Reg 100 Kodim 0713/Brebes

Band The Portit dari Lapas II B Kabupaten Brebes saat menunjukan kemampuannya dengan membawakan lagu permintaan penonton dalam kemeriahan TMMD di Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo/foto: olam



BREBES-  Band dari Lapas II B Kabupaten Brebes “The Portir” ikut melaksanakan tugasnya dalam Upacara HUT TNI Ke-72 dan HUT Ke-67 Kodam IV/Diponegoro, serta memeriahkan TMMD Reguler 100 Kodim 0713/Brebes dengan menghibur para peserta upacara dan masyarakat Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, Kamis, (5/10).

Iringan musik para narapidana binaan Kalapas II-B Brebes, Maliki ini menggunakan instrumen akustik dan elektrik yang membawakan beberapa lagu. Kemampuan musikalitas yang matang sangat nampak pada penampilannya di Desa Cikuya. Dengan kematangan vokal dan emosional personel menjadikan penampilan mereka sangat menghibur seluruh hadirin.

Terlebih saat mereka menyanyikan beberapa lagu populer yang dikemas dengan genre yang berbeda dari versi aslinya, namun sangat nyaman untuk didengarkan.
Diakhir penampilannya The Portir membawakan beberapa tembang popular yang dikemas dengan genre musik blues dan rock and roll membuat rasa penasaran pendengar semakin memuncak.

Diakhir sesi, The Portir menunjukkan kemampuan yang sangat matang dengan membawakan lagu-lagu permintaan penonton, diantaranya Dia, Cinta Terbaik, Juwita Malam dan Kopi Dangdut.

Menutup penampilannya, vokalis The Portir yang mewakili personel lainnya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dandim 0713/Brebes Letkol Hadi atas kesempatan yang diberikan kepada The Portir untuk kembali berkarya di masyarakat.

“Jadi masyarakat bias tahu, bahwa para narapidana khususnya yang tergabung dalam The Portir dapat melakukan hal yang positif sebagai persiapan nantinya kembali ke masyarakat, Terimaksih Pak Dandim, terimaksih Ibu Bupati Brebes,” papar sang vokalis.

Ia juga menyampaikan pesan bijak, yakni ‘bagaimanapun juga, tidak ada orang baik yang tidak memiliki masa lalu, demikian pula orang jahat yang tidak memiliki masa depan, sebab setiap orang memiliki hak yang sama untuk berubah’ (olam/didik).

Postingan populer dari blog ini

Sembilan Filosofi Jawa yang Diajarkan Kanjeng Sunan Kalijaga

Walikota Hendi Jadi Simbol Reformasi

UPS TEGAL Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru