Akses Jalan ke Makam Syaikh Maulana Al Maghribi Pesantren Perlu Perbaikan

PEMALANG 
(ranahpesisir.com)- Makam Syaikh Maulana Al Maghribi adalah makam Syaikh Tajudin Abdul Qodir bin Abdurrahman Al Alawi yang wafat pada tahun 1674 berada di Desa Pesantren Kecamatan Ulujamiah satu desa yang letaknya di sebelah utara Kecamatan Petarukan dan Comal.

Syaikh Maulana Tajudin Abdul Qodir adalah sosok ulama tempo doeloe dan berjuang menyebarkan agama Islam di wilayah Jawa meninggal di Desa Pesantren.

Menurut risalah yang di tulis Habib Luthfi bin Yahya, Syaikh Maulana Tajudin Abdul Qodir adalah sosok yang memberi nama Gunung Slamet (Jabal Salamah) yang dulunya bernama gunung Karo. Pada Zaman dulu kakek Habib Luthfi bin Yahya yaitu All Alamat Al Habib Hasyim bin Umar bin Yahya bersama santrinya selalu mengunjungi tiga makam, yaitu makam Wonobodro, makam Gritan Al-Habib Abu Bakar bin Toha bin Yahya dan makam Syaik Maulana Tajudin Abdul Qodir bin Abdurrahman Al Allawi.

Makam berukuran panjang dengan khas batu nisan Kerajaan Mataram sebagaimana makam Syaikh Maulana Maghribi yang lain. Di makam ini masih menurut Habib Luthfi bin Yahya, ada istimewanya yaitu ada sumur Tuk yang airnya mengalir terus.

Masyarakat di sekitar menamai sumur Keramat konon ceritanya sumber air tersebut muncul dari Tancapan Tongkatnya Syaikh Maulana Al Magrobi yang akhirnya banyak masyarakat meyakini bahwa air yang ada di sumur tersebut sangat Mujarab untuk di jadikan wasilah.

Pengobatan menurut sekilas sejarah makam Syaik Maulana Al Maghribi, Syaikh Tajudin Abdul Qodir ke tanah Jawa karena banyaknya wabah penyakit khususnya di Jawa Tengah akibat sering meletusnya gunung Karo,  maka Syaikh Maulana Tajudin Abdul Qodir mengganti nama dari gunung Karo menjadi gunung Slamet.

Makam Syaikh Maulana Maghribi ini di temukan oleh Habib Hasyim bin Umar sudah 247 tahun yang lalu. Ahinbib Hasyim bin Umar juga di sebut kyai Gedhe Santren.

Dari pengamatan awak media yang sempat berbincang dengan para pengurus makam Syaikh Maulana Maghribi di antaranya, Turut (60),  Wiarso (47) Ujianto (38) petugas Sumur keramat, jumlah yang mengurus makam di sini ada 10 orang termasuk juru kunci yang semuanya warga setempat serta keturunan para juru kunci pendahulunya.

Dari 10 orang ini punya peran masing masing ada yang bagian mengurus sumur, dan bagian lain nya. Menurut para pengurus luas areal makam 5000 meter persegi. atau setengah hektar.

Makam Syaikh Maulana Maghribi ini terletak di Dukuh Kusen Pesadean Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang para pengunjung menurut Mbah Turut datang dari berbagai wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Jakarta, Sumatera Utara.

Permintaan para pengunjung rata rata mohon kesembuhan dari penyakit yang di deritanya, jodoh, keberkahan dan lainya yang masuk akal. Para pengurus makam tidak ada yang menggaji.

"Kami ingin hidup penuh barokah saja, untuk pemeliharaan dan kesejahteraan para pengurus mendapatkan dari suka rela para peziarah dan dari kesepuluh pengurus memohon kepada pihak Pemerintah Kabupaten Pemalang agar jalan menuju makam di perbaiki, jalan menuju makam dari depan lebar 6 meter sepanjang 2 km sekarang kondisinya rusak dan licin, kasihan para peziarah banyak yang kepleset dan jatuh," kata Tarut, Wiarso serta Mujianto. (uripto)

Postingan populer dari blog ini

Sembilan Filosofi Jawa yang Diajarkan Kanjeng Sunan Kalijaga

Walikota Hendi Jadi Simbol Reformasi

UPS TEGAL Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru