0
Pasar Kalimas Randudongkal Diamuk Si Jago Merah
Sekitar pukul 13.00 WIB, pasar yang menjadi lokasi transaksi ekonomi warga masyarakat Desa Kalimas dan sekitarnya itu diamuk si jago merah.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa (Kades) Kalimas Mujiono, kronologi kejadian tersebut berawal saat muncul api di salah satu kios bagian utara pasar.
Saefuloh (66) yang saat itu melihat ada kebakaran kemudian langsung mengumumkan melalui pengeras suara Mushola Baiturohim.
Beruntung sekitar pukul 17.00 WIB api sudah bisa dipadamkan, diduga penyebabnya adalah korsleting listrik. Akibat kebakaran tersebut 196 lapak dan 7 kios habis terbakar, tidak ada korban luka maupun korban jiwa, hanya saja kerugian ditafsir mencapai Rp 1,5 milyar.
"Alhamdulilah berkat kesigapan warga dan bantuan 6 unit mobil kebakaran dari Pemalang api bisa dipadamkan sekitar jam 17.00 WIB. Akibat kebakaran tersebut 196 lapak dan 7 kios habis terbakar dan di perkirakan kerugian mencapai Rp 1,5 milyar dan di duga akibat arus pendek listrik," ungkap Mujiono.
Mujiono mengaku prihatin atas terjadinya kebakaran tersebut, apalagi ditengah pandemi Covid-19 yang tengah terjadi saat ini. Ia berharap para korban bersabar dan nantinya segera ada solusi untuk musibah itu.
"Saya turut prihatin atas musibah kebakaran ini, apalagi lagi di masa masa sulit Pandemi virus Covid-19 musibah datang lagi, harapan saya semoga warga yang menjadi korban kebakaran bersabar dan Semoga musibah bisa segera tertangani, khususnya untuk pedagang nantinya ada solusi terkait bagaimana bisa berdagang kembali," pungkas Mujiono.
(Eriko GD)
Popular Posts
-
Sembilan filosofi Jawa yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga: 1. URIP IKU URUP Hidup itu nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfa...
-
NARASUMBER - Walikota Semarang Hendrar Prihadi secara khusus diundang Transparency International menjadi narasumber dalam kegiatan "N...
-
Universitas Pancasakti (UPS) Tegal Tahun Akademik 2017-2018 kembali membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru (PMB) 1 Januari-25 Agust...
-
Peta wilayah Kecamatan Banyumanik Kota Semarang/foto: doc istimewa BANYUMANIK berasal dari kata “Banyu” dan “Manik” yang konon sering d...
-
Oleh: Dr Ratna Riyanti SH MH Di Indonesia, nuansa perpolitikan dengan segala liku-likunya yang bermuara pada kekuasaan adalah suatu hal ya...