Ngopeni ODGJ Sepenuh Hati Puskesmas Buaran Bantarkawung Juara 1 KIPP

 


Brebes (ranahpesisir.com) Keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih dipandang sebelah mata, sehingga perlu penanganan konfrehensif agar cepat sembuh. Di tengarai masih banyak kendala di lapangan, termasuk penanganan yang keliru berupa pemasungan pada penderita ODGJ. Untuk itu, Puskesmas Buaran, Kecamatan Bantarkawung, Brebes melakukan terobosan inovasi berupa Wadah Kepedulian Jiwa (Wakaji) untuk ngopeni ODGJ. Atas inovasi tersebut mendapat ganjaran juara 1 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Kabupaten Brebes kategori kelompok inovasi lebih dari 2 tahun ke atas. 


“Kami berupaya menggandeng seluruh stake holder untuk menangani bersama ODGJ, semakin banyak tangan dalam satu wadah kepedulian jiwa (Wakaji), maka kesembuhan akan maksimal,” terang inovator Wakaji Puskesmas Buaran, Kec Bantarkawung, Kab Brebes Jamaludin Skep Ns, Jumat (26/5/23).


Jamaludin menjelaskan, inovasi Wakaji sudah diterapkan di tempatnya dia bekerja sejak April 2021 dan terbukti efektif.  Sebanyak 76 ODGJ ditangani secara konfehensif dan profesional agar pasien sembuh sosial mandiri. Upaya yang dilakukan dengan pemberdayaan berupa ketrampilan keranjang Wakaji dan budidaya ternak ayam yang menghasilkan nilai ekonomis bagi pasien ODGJ dan keluarga.


“Kepedulian kita adalah kebahagiaan mereka,” tutup Jamaludin yang didampingi Kepala Puskesmas Buaran Cipto Sudrajat Skep Ns.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowati MKes mengaku bangga dengan prestasi yang ditorehkan anak buahnya. Dia berterima kasih kepada tim juri yang telah mengapresiasi inovasi Wakaji dengan baik. 


Untuk itu, pihaknya juga mohon bimbingan dari Pj Bupati dan Sekda serta OPD terkait agar inovasi Wakaji semakin baik dan esksis di semua puskesmas. Dan juga mohon dukungan semua pihak dan masyarakat supaya program kesehatan jiwa di Kabupaten Brebes berjalan sukses.


“Ditengah hiruk pikuknya kehidupan dunia, semoga program kesehatan jiwa berjalan dengan baik dan sukses,” pungkas Ineke.


Kepala Bagian Organisasi Setda Brebes Dra Julining Pirula Dewi selaku penyelenggara menjelaskan, KIPP digelar setiap tahun untuk mendorong OPD melakukan inovasi diberbagai bidang. Sesuai keputusan Dewan Juri, ditetapkan Top 10 Inovasi Pelayanan Publik /tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2023.

Untuk kelompok Inovasi lebih dari 2 tahun ke atas peringkat 1 Wadah Kepedulian Jiwa (Wakaji) dari Puskesmas Buaran, Kec Bantarkawung. Peringkat 2 SIMAS BOS (Dindikpora Brebes), peringkat 3 Litbang Goes to School Transformasi Sekolah Menuju Centre of Exellent (Baperlitbangda Kab Brebes). Peringkat 4 Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan dan Kinerja BPKAD Kab Brebes (SIPIKIR BREBES) versi 03 (BPKAD Kab Brebes) dan peringkat 5 JALAPUSAKA (Jaringan Layanan Pelaku Usaha) dari Dinas Perikanan Kab Brebes.


Sedangkan untuk kelompok inovasi rintisan/kurang dari 2 tahun, peringkat 1 diraih inovasi Pak Tani Mesem (Pelayanan Kepada Petani Mendaftar Secara Mandiri) dari DPKP Kab Brebes. Peringkat 2 Si Rentang (Sistem Informasi Rencana Tata Ruang) dari DPSDAPR Kab Brebes. Peringkat 3 NDORO KOJO (Desa Rodjo Kojo) dari DPKH Kab Brebes. Peringkat 4 One Stop Service dari Sekretariat DPRD Brebes dan peringkat 5 WALIM (Whatshapp Autoresponder Layanan Informasi Masyarakat) dari Dinsos Kabupaten Brebes. (G) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sembilan Filosofi Jawa yang Diajarkan Kanjeng Sunan Kalijaga

Walikota Hendi Jadi Simbol Reformasi

UPS TEGAL Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru