BREBES(ranahpesisir.com)-Kepolisian Resor Brebes menggelar Pengajian Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan peresmian pemugaran Masjid Uswatun Khasanah di lingkungan Asrama Polisi Polres Brebes. Momentum religius ini juga ditandai dengan peresmian Grup Seni Hadroh Santri Brambang, yang melibatkan personel perempuan dari ibu-ibu Bhayangkari serta personel laki-laki dari anggota Polres Brebes, Rabu (21/1/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, turut diserahkan sertifikat arah kiblat dari Kementerian Agama Kabupaten Brebes kepada Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah sebagai bentuk penguatan fungsi masjid sebagai pusat ibadah yang sesuai syariat. Dihadiri jajaran Forkopimda, Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM beserta Ketua TP PKK Ahmad Saeful Ansori, para ulama serta tokoh masyarakat.
Paramitha menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan integritas moral, khususnya bagi jajaran kepolisian dalam menjalankan tugas pengabdian.
Menurutnya, nilai-nilai shalat seperti kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan sangat relevan dengan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
"Saya berharap jajaran Polres Brebes senantiasa menjadikan nilai spiritual sebagai landasan tugas, hadir sebagai penegak hukum sekaligus teladan akhlak di tengah masyarakat," ungkap Bupati.
Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah menyampaikan, peringatan Isra Mi’raj yang dirangkaikan dengan peresmian masjid merupakan momentum yang sangat tepat, mengingat peristiwa Isra Mi’raj sendiri bermula dari masjid ke masjid. Ia menegaskan Masjid Uswatun Khasanah tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat studi Islam dan pembinaan generasi, termasuk generasi milenial.
"Kami buka masjid ini 24 jam. Jika masjid makmur, insyaallah lingkungannya juga akan makmur. Peradaban besar dibangun dari hal-hal kecil, dimulai dari masjid," ujarnya.
Kapolres juga menyoroti terbentuknya Hadroh Santri Brambang sebagai pilar aksi syiar Islam melalui seni. Menurutnya, perpaduan hadroh laki-laki dan perempuan merupakan kolaborasi yang luar biasa dan penuh semangat.
"Nama Santri Brambang dipilih karena brambang atau bawang merah merupakan ikon Kabupaten Brebes yang sarat makna dan manfaat. Marilah seluruh pegiat masjid untuk terus memakmurkan masjid, seraya berharap keberkahan dari Allah SWT," pungkasnya.
Pengajian diisi dengan tausiah oleh KH Syech Soleh Basalamah menyampaikan, pentingnya istiqamah hingga husnul khatimah. Dia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW pernah menangis ketika diperlihatkan peristiwa hari kiamat saat Isra Mi’raj. Salah satu golongan yang akan mendapatkan perlindungan pada hari kiamat, lanjutnya, adalah orang yang hatinya selalu rindu kepada masjid.
"Jangan pernah meninggalkan shalat lima waktu," pesannya kepada jamaah.
Acara pengajian Isra Mi’raj ini ditutup dengan doa yang dipanjatkan oleh KH Subhan Ma’mun, Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Brebes, dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan membawa keberkahan serta memperkuat sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Brebes.(radit)





