SLAWI(ranahpesisir.com)-Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menggelar kegiatan Safari Keluarga Berencana (KB) dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU, di Klinik Pratama NU Pegirikan, Senin (11/02/2026).
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman saat meninjau kegiatan mengatakan, Safari KB menjadi wujud pelayanan kesehatan daerah dalam mendukung pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga.
“Pemerintah Kabupaten Tegal bersama DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, PCNU, dan PC Muslimat melaksanakan Safari KB sebagai wujud pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Ischak.
Ia menyebutkan, target Safari KB kali ini sebanyak 1.107 akseptor. Pada pelaksanaan hari pertama, 120 peserta telah terlayani, terdiri atas 107 akseptor implan dan 13 akseptor IUD. Kegiatan berlangsung enam hari, 9–14 Februari 2026.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan mengatur jarak kelahiran guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka stunting.
“Dengan pengaturan jarak kelahiran, anak-anak diharapkan tumbuh lebih sehat dan terurus. Kami ingin masyarakat Kabupaten Tegal sehat dan berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tegal Ruszaeni mengatakan, Safari KB tahun ini digelar enam kali dengan melibatkan berbagai organisasi dan pemangku kepentingan.
“Safari pertama dilaksanakan dalam rangka Harlah Muslimat NU. Secara keseluruhan terdapat enam kegiatan yang melibatkan Muslimat, Aisyiyah, TNI, PKK, Harganas, dan IBI,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan menyasar masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tegal dengan total target 1.107 akseptor.
“Tujuannya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ber-KB. Metode yang dilayani adalah implan dan IUD sebagai kontrasepsi jangka panjang,” ujarnya.
Untuk KB model tubektomi/metode operasi wanita (MOW) dan vasektomi/metode operasi pria (MOP), pelaksanaan dilakukan tersendiri dengan mekanisme pendataan peserta. Selain itu, terdapat target tahunan KB baru dan KB pascapersalinan yang ditetapkan pemerintah provinsi dan dilaksanakan setiap tahun.
Melalui Safari KB, diharapkan capaian program keluarga berencana terus meningkat dan mampu mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Tegal.
Salah satu peserta, Febriana (28), warga Kecamatan Pangkah, mengaku terbantu dengan layanan KB gratis tersebut. Ia memilih implan karena dinilai praktis dan efektif untuk jangka panjang.
“Alhamdulillah pelayanannya cepat dan petugasnya ramah. Saya memilih implan agar lebih tenang dan tidak perlu sering kontrol. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh sehat dengan jarak kelahiran yang teratur,” ungkapnya. (ad/ma)


