Sartono Anwar Sang Legenda Sepakbola Indonesia

 


LEGENDA-Sartono Anwar sang legenda dari Semarang/ foto: istimewa 

KISAH
legenda sepak bola Indonesia yay lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 3 September 1947 ini mulai mencintai sepak bola sejak usia dini. Ia dibesarkan dalam lingkungan yang dekat dengan sepak bola.  ayahnya juga pernah aktif di dunia sepak bola lokal. sehingga sejak kecil Sartono sudah sering menjadi anak gawang atau membantu membawa bola bagi pemain PSIS, klub kebanggaan kota Semarang. 

Kariernya sebagai pemain dimulai di tim lokal Sport Supaya Sehat (SSS) di Semarang pada awal 1960-an, kemudian ia menjalani pembinaan di Diklat Salatiga sebelum bergabung dengan sejumlah klub profesional Indonesia termasuk PSIS Semarang, PS Atomsi Malang, Persema Malang, PS Angkasa Bandung, dan Persib Bandung, bermain sebagai gelandang. 

Namun, meski berkarier sebagai pemain cukup panjang, prestasi Sartono sebagai pemain tidak setenar pencapaiannya sebagai pelatih. 

Transisi ke Dunia Kepelatihan dan Filosofi Sepak Bola

Pada tahun 1972, Sartono memutuskan pensiun dari dunia pemain dan memilih jalur kepelatihan, meninggalkan pekerjaan sebelumnya di perusahaan nasional Pertamina demi mengikuti panggilan sepak bola sesuatu yang menunjukkan dedikasi dan cinta besarnya kepada olahraga ini. 

Karier kepelatihannya dimulai sebagai pelatih kiper untuk tim junior PSIS, lalu berkembang menjadi pelatih kepala beberapa klub senior. Ia memiliki pemikiran bahwa sepak bola adalah seni dan kegembiraan, sebuah filosofi yang ia serap saat pernah menjadi asisten pelatih Wiel Coerver dalam tim nasional Indonesia di SEA Games 1979. Coerver dikenal dengan pendekatan taktik yang disiplin dan kreatif, yang sangat memengaruhi gaya Sartono dalam melatih. 

Prestasi Besar Bersama PSIS Semarang

Puncak karier Sartono Anwar sebagai pelatih datang saat ia menangani PSIS Semarang, klub kota kelahirannya. Di bawah arahannya, PSIS menembus puncak prestasi dengan meraih gelar juara Perserikatan tahun 1987, sebuah gelar bersejarah.itu adalah gelar pertama bagi PSIS sepanjang sejarah klub di kompetisi sepak bola nasional era Perserikatan. 

Strategi yang ia terapkan pada timnya digambarkan sebagai lebih dari sekadar taktik biasa. ia memperkenalkan sistem yang mengutamakan perpindahan posisi dan kerja sama tim (total football), dimana pemain tidak kaku pada peran tradisional. Ini menciptakan tim yang kompak, fleksibel, dan menghibur.

Karier Kepelatihan yang Panjang dan Beragam

Setelah sukses besar bersama PSIS, Sartono Anwar dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman di Indonesia, menangani banyak klub sepanjang dekade 1980-an hingga 2010-an. Beberapa klub yang pernah ia besut antara lain:

Assyabaab Salim Group, Petrokimia Putra, Arseto Solo, Putra Samarinda / Persisam, Persibo Bojonegoro,Persedikab KediriPersikab Bandung, Madiun Putra dan bahkan tim nasional futsal Indonesia sebagai pelatih pertama pada 2002. 

Jejak kariernya sangat panjang,

 termasuk peran sebagai asisten pelatih tim nasional Indonesia (1982–1992) dan menangani tim-tim di berbagai level kompetisi, menunjukkan ketangguhan dan fleksibilitasnya dalam sepak bola Indonesia. 

Gaya dan Karakter Pelatih


Sartono dikenal sebagai pelatih yang tegas, disiplin, dan sangat peduli pada pembinaan pemain muda. Ia punya ciri khas mengenakan topi di pinggir lapangan, simbol yang kini sangat identik dengannya. Banyak mantan anak asuhnya menyebut ia memiliki pendekatan pelatihan yang serius namun penuh semangat  bahkan cukup keras jika perlu  demi menanamkan profesionalisme pada pemain.

Warisan dan Hubungan Keluarga di Dunia Sepak Bola

Salah satu warisan paling nyata dari Sartono Anwar adalah putranya, Nova Arianto, yang juga menapaki jejak sepak bola sebagai pemain profesional dan kini sebagai pelatih. Nova pernah bermain di klub-klub besar seperti PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, hingga Sriwijaya FC, sekaligus memperkuat Timnas Indonesia. Setelah pensiun, ia melanjutkan jalur kepelatihan dan sempat menjadi asisten pelatih di tim nasional Indonesia di berbagai level usia, sebelum kini menjadi pelatih. 

Kisah di Hari Tua

Walau lekat dengan kejayaan masa lalu, kehidupan Sartono di masa tua sempat menjadi perhatian publik. Untuk menopang kehidupan, ia pernah berjualan bakso di sekitar Stadion Diponegoro Semarang, menunjukkan sisi manusiawi dari legenda yang dulu berdiri di puncak sepak bola nasional. 

Dari seorang pemain lokal hingga menjadi pelatih legenda Indonesia, Sartono Anwar menorehkan perjalanan yang kaya dan berpengaruh:

figur penting dalam sejarah PSIS dan sepak bola nasional. 

Filosofi dan pendekatannya dipengaruhi pengalaman internasional seperti bekerja dengan Wiel Coerver. 

Ia melatih di banyak klub dan membawa tim-tim kecil bersinar. 

Warisannya berlanjut melalui putranya di dunia sepak bola. 

Sartono Anwar pantas dikenang sebagai salah satu figur pelatih paling berpengaruh dalam sepak bola Indonesia.( dik dari berbagai sumber)


ranahpesisir

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.