| SUPORTER- PSIS Semarang memiliki suporter setia yang loyal dan militan/foto: istimewa |
27 TAHUN LALU tepatnya 1 April 1999 menjadi hari yang memilukan bagi suporter PSIS Semarang.
Mahesa Jenar memang berhasil melaju ke final Ligina 1999 usai mengalahkan tuan rumahMacan Kemayoran Persija Jakarta di laga semifinal.
Namun dibalik itu total 11 anggota suporter PSIS meregang nyawa karena kecelakaan tragis. Peristiwa 1 April 1999 itu dikenal sebagai Tragedi Lenteng Agung.
Irawan Sulistiyo, satu di antara saksi sejarah suporter PSIS yang ikut dalam rombongan ke Jakarta kala itu bercerita bahwa pada 31 Maret 1999 sore, ribuan fans PSIS yang masih tergabung dalam Yayasan Mahesa Jenar, datang ke ibukota, menggunakan armada bus maupun kereta api.
Diketahui pendukung PSIS menaiki kereta dari Stasiun Semarang Poncol menuju Pasar Senen Jakarta
🗣️"Kecelakaan pertama dialami satu rekan kami yang berada di atas gebong. Saat dia membawa bendera, tidak tahunya tersangkut kabel di Stasiun Jatinegara,"
Kemudian usai turun di Stasiun Pasar Senen, rombongan suporter PSIS mencari kendaraan umum untuk menuju Stadion Senayan. Termasuk harus membajak beberapa bus kota DAMRI dan Kopaja serta Metro mini
Sebagian bus pun bertolak menuju Stadion Utama Senayan dari Stasiun Pasar Senen.
Beberapa saat kemudian, datang rombongan aparat kepolisian terutama satuan Brimob dan Pengendali Massa (Dalmas), untuk melakukan evakuasi para fans PSIS.
Tidak ada yang mengetahui secara tiba-tiba adanya tumpangan gratis dari polisi ke Senayan. Namun siapa sangka, perjalanan truk polisi yang mengangkut suporter PSIS, justru bergerak ke selatan menjauhi Stadion Senayan, bahkan masuk ke kawasan Lenteng Agung, menuju arah Bogor.
Sebagian di antaranya merasa ada sesuatu yang aneh, mengapa justru kendaraan berjalan hingga ke Lenteng Agung yang semakin jauh dari Senayan
Alhasil mereka berusaha menghentikan laju truk aparat, dan terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan suporter PSIS Semarang
Beberapa truk hancur dan rusak akibat keributan.
🗣️"Banyak yang mulai curiga rute jalannya kok tidak ke Senayan, dan pasti mau dibawa ke Mako Brimob. Teman-teman jengkel saat di Lenteng Agung, persis dekat stasiun. Teman-teman marah, sudah lelah kok malah dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua,"
Tiga buah truk aparat ringsek dan digulingkan, buntut dari kericuhan yang terjadi. Setelah terjadi keributan di badan jalan dekat Stasiun Lenteng Agung,
Ratusan suporter pun bergegas menuju Senayan menyusul rekan-rekannya yang sudah ada di stadion.
Transportasi paling cepat adalah dengan naik kereta dan kebetulan posisinya tepat di sebelah Stasiun Lenteng Agung.
Namun tak berselang lama peristiwa nahas itu pun terjadi dan merenggut nyawa sepuluh anggota suporter PSIS.
🗣️"Kami terburu-buru. Masuk ke gang, nggak tahunya keluar gang seketika disambar kereta rel listrik. Total ada 10 orang yang usianya masih pelajar.
Korban dievakuasi pegawai Kereta Api dan dimakamkan di Semarang,"
Hingga saat ini Irawan dan rekan-rekannya masih penasaran dengan apa yang dilakukan aparat keamanan. Yakni dengan menjemput dan membawa menuju Mako Brimob.
Ia hanya bisa menduga mungkin karena faktor keamanan.
🗣️"Barangkali seperti itu, pertama karena ada suporter Persebaya yang merupakan rival kami saat itu. Kemudian karena situasi keamanan Kota Jakarta,"
Duel sengit Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang jaman itu adalah super big match dan klasik , kedua pendukung tim tersebut sering terlibat gesekan dan rawan bentrokan.
🗣️"Kejadian dan emosional kawan-kawan di Lenteng Agung tak lepas karena maksud dan tujuannya aparat tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya,"
Pada sore harinya, para suporter PSIS sudah berada di Stadion Senayan dan menyaksikan tim pujaannya mengalahkan Persija. Tiket ke final pun digenggam oleh Ali Sunan dan kawan-kawan, untuk menantang Persebaya Surabaya.
Mengingat laga final digelar beberapa hari setelah partai semifinal, membuat para pendukung PSIS lebih memilih tetap berada di Jakarta.
Akan tetapi, partai final secara darurat harus dipindahkan ke Stadion Klabat, Manado. Sulawesi Utara.
🗣️"Tiga hari kami menetap di Jakarta untuk menunggu partai final, namun ternyata dipindah ke Manado. Kami suporter PSIS dipulangkan ke Semarang untuk menghindari gesekan dengan suporter Persebaya, Bonek harus dipulangkan dengan kapal,"* dari berbagai sumber)
#