SOLO(ranahpesisir.com)-Persis Solo dipastikan resmi terdegradasi ke Liga 2 (Championship) musim depan setelah berakhirnya pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 pada 23 Mei 2026.
Meski bermain habis-habisan di laga pamungkas melawan Persita Tangerang dan menang meyakinkan dengan skor 3-1, tambahan tiga poin tersebut tidak cukup menyelamatkan Laskar Sambernyawa. Karena di saat yang sama, Madura United menang 2-0 melawan PSM Makassar di Bangkalan.
Kemenangan Madura United membuat mereka mengoleksi 35 poin, unggul satu angka di atas Persis Solo yang mengakhiri musim dengan 34 poin.
Sebenarnya poin Persis (34) identik dengan PSM Makassar. Namun, regulasi liga menggunakan sistem head-to-head. Karena Persis kalah rekor pertemuan dari PSM (seri 1-1 dan kalah 3-4), PSM yang berada di posisi aman (peringkat 15) sedangkan Persis harus turun kasta di peringkat 16.
Persis menyusul Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah lebih dulu dipastikan turun ke Liga 2.
Kondisi ini benar-benar akan menciptakan fenomena "Derby Jawa Tengah" yang sangat padat di kasta kedua, karena Persis Solo menyusul tim-tim besar Jateng lainnya yang sudah lebih dulu turun atau masih bertahan di Liga 2.
Berikut adalah gambaran "Derby Jateng" yang akan tersaji di Liga 2 musim depan:
Reuni "Derby Jateng" Terbesar: Persis Solo vs PSIS Semarang
Musim 2024/2025 menjadi mimpi buruk bagi sepak bola Jawa Tengah karena PSIS Semarang juga telah terdegradasi.
Dengan turunnya Persis, duel klasik yang biasanya tersaji di kasta tertinggi kini berpindah ke Liga 2. Pertemuan Laskar Sambernyawa vs Mahesa Jenar selalu menjadi laga dengan tensi tinggi dan sejarah rivalitas yang panjang.
Kepungan Tim-Tim Jawa Tengah Lainnya
Selain PSIS, Persis Solo akan menghadapi dua tim asal Jawa Tengah lainnya yang sudah mapan atau baru promosi di Liga 2:
Kendal Tornado FC: Kekuatan Baru Pantura
Ini adalah salah satu cerita paling menarik di sepak bola Jawa Tengah:
Klub ini awalnya bernama Tornado FC Pekanbaru (Riau). Setelah promosi ke Liga 2 pada musim ini, klub ini memindahkan markasnya ke Kendal dan berganti nama menjadi Kendal Tornado FC mulai musim 2025/2026.
Tim yang berjuluk Badai Pantura ini langsung menjadi tim papan atas. Di bawah asuhan pelatih Stefan Keeltjes, mereka finis di posisi 4 besar Grup Timur musim 2025/2026 dan sempat bersaing ketat memperebutkan tiket promosi ke kasta tertinggi.
Persiku Kudus: Macan Muria yang Bertahan
Persiku Kudus berhasil mempertahankan eksistensinya di Liga 2 setelah melalui perjuangan berat.
Tim kebanggaan warga Kudus ini meskipun sempat berada di papan bawah dan berisiko degradasi di pertengahan musim, Persiku akhirnya mengamankan posisi untuk tetap berkompetisi di Liga 2 musim depan.(dari berbagai sumber)
#