SLAWI(ranahpesisir com)-Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya memperkuat sinergi antara sekolah dan dunia industri usai prestasi Aditya Ramdhani, siswa kelas XII SMK Islamiyah Adiwerna, yang menjuarai ajang Sunday Race 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika. Penegasan itu disampaikan Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman bersama Wakil Bupati Ahmad Kholid dalam acara penyerahan trofi di SMK Islamiyah Adiwerna, Rabu (29/07/2026).
Ischak menilai kemenangan Aditya bukan hasil instan, melainkan buah dari latihan panjang, kedisiplinan, dan dukungan berbagai pihak. "Di balik trofi yang diterima hari ini terdapat proses latihan yang panjang, pengorbanan waktu, kedisiplinan, keberanian mengambil tantangan, serta dukungan dari keluarga, sekolah, pelatih, dan berbagai pihak," ujarnya.
Ia menyoroti keberhasilan tersebut sebagai bukti peran strategis pendidikan vokasi dalam mencetak generasi kompeten. Menurutnya, sekolah kejuruan tidak hanya menyiapkan lulusan siap kerja, tetapi juga mampu melahirkan atlet, teknisi, dan inovator muda berprestasi.
Ischak turut mengapresiasi kolaborasi antara SMK Islamiyah Adiwerna dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dalam meningkatkan kompetensi peserta didik. Sinergi tersebut, kata dia, sejalan dengan program link and match yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Tegal untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap memasuki dunia kerja.
"Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda Kabupaten Tegal untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani berprestasi sesuai bakat serta minatnya," kata Ischak.
Pemerintah Kabupaten Tegal, lanjutnya, akan terus mendorong kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan dunia industri agar semakin banyak talenta muda daerah mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Persiapan Aditya menuju kejuaraan berlangsung hampir tiga bulan di bawah bimbingan guru pembina, Bagus Dicky Sonjaya. Latihan fisik dan teknik dilakukan hampir setiap hari, kecuali Minggu yang dikhususkan untuk pemulihan.
"Setelah pulang sekolah atau selesai PKL, Aditya tetap menjalani latihan dan hasilnya kami evaluasi secara berkala," kata Bagus.
Bagus menambahkan, proses pembinaan melibatkan para alumni SMK Islamiyah Adiwerna yang berperan sebagai mekanik, analis data mesin, dan penyetel performa motor. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah membagi waktu antara belajar dan latihan, ditambah lokasi latihan yang berada di luar Kabupaten Tegal sehingga membutuhkan biaya dan waktu lebih besar.
"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Selain sekolah, kami juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor dan mitra industri yang selama ini mendampingi proses pembinaan hingga Aditya berhasil meraih juara nasional," ujarnya.
Aditya mengaku kemenangan di Mandalika menjadi pencapaian terbesar sepanjang tiga tahun ia menekuni dunia balap. "Baru kali ini saya bisa menjadi juara pertama. Saya benar-benar tidak menyangka bisa menang di Sirkuit Mandalika," katanya.
Remaja berusia 18 tahun itu mengatakan prestasi tersebut memacunya untuk terus berlatih dan naik ke kelas balap yang lebih tinggi. (NA)
