Bupati Tegal Ajak Perkuat Kolaborasi Eliminasi TBC 2030, Gandeng Polda Jateng

 


KOLABORASI ELIMINASI-Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi eliminasi tuberkulosis (TBC), menyusul data Dinas Kesehatan yang mencatat Kabupaten Tegal sebagai daerah dengan kasus TBC tertinggi ketiga di Jawa Tengah. Berdasarkan data hingga 21 September 2026, tercatat 2.865 penderita TBC di Kabupaten Tegal, dengan 154 orang meninggal dunia, sementara 407 penderita telah dinyatakan sembuh.Ajakan tersebut disampaikan Ischak saat menyambut kunjungan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo dalam rangka program TOSS TB di wilayah hukum Polres Tegal, yang berlangsung di Puskesmas Adiwerna, Rabu (23/09/2026)/foto: istimewa 

SLAWI(rabahpesisir.com)-
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi eliminasi tuberkulosis (TBC), menyusul data Dinas Kesehatan yang mencatat Kabupaten Tegal sebagai daerah dengan kasus TBC tertinggi ketiga di Jawa Tengah. Berdasarkan data hingga 21 September 2026, tercatat 2.865 penderita TBC di Kabupaten Tegal, dengan 154 orang meninggal dunia, sementara 407 penderita telah dinyatakan sembuh.

Ajakan tersebut disampaikan Ischak saat menyambut kunjungan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo dalam rangka program TOSS TB di wilayah hukum Polres Tegal, yang berlangsung di Puskesmas Adiwerna, Rabu (23/09/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Kapolres Tegal beserta jajaran, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Edy Sucipto, perwakilan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono, serta Kepala Puskesmas Adiwerna Titin Winingsih.

"Kami Pemerintah Kabupaten Tegal mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jawa Tengah beserta jajarannya dan Polres Tegal. Ada terobosan melalui pendampingan, karena TBC ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Tegal, tetapi harus dilakukan bersama-sama dengan masyarakat dan Polres Tegal," kata Ischak, yang menilai eliminasi TBC tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, termasuk masyarakat dan jajaran kepolisian.

Kehadiran Kapolda dalam program TOSS TB ini turut memperkenalkan TOSS TB Tesla, inovasi Polres Tegal berupa aplikasi yang mendukung proses penelusuran kasus, pendampingan pasien dalam menjalani pengobatan, pengingat jadwal minum obat, dan edukasi bagi penderita TBC. Hingga saat ini, aplikasi tersebut telah diaktifkan oleh 1.993 pengguna.

"Di dalamnya ada tracing, pendampingan minum obat, pengingat, edukasi kepada para penderita TB, termasuk membantu memantau pengobatan pasien," jelas Ischak.

Meski angka kasus masih tinggi, Bupati menilai capaian 407 kesembuhan sebagai bukti kerja kolaboratif mulai membuahkan hasil. "Data ini tentu menjadi pengingat bahwa pekerjaan kita masih panjang. Tetapi kita juga patut bersyukur karena sudah ada penderita yang berhasil sembuh. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan dahak bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC, serta pemberian bantuan sembako dan uang transportasi kepada pasien yang sedang menjalani pengobatan. Hingga saat ini, pemeriksaan kesehatan umum telah menjangkau sekitar 3.900 dari target lebih dari 6.000 orang, sementara pemeriksaan khusus kelompok terduga TBC telah mencapai sekitar 70 persen dari target kelompok tersebut.

Kolaborasi penemuan kasus ini juga mendapat dukungan jajaran kepolisian di tingkat desa. Ischak menyebut, salah satu Bhabinkamtibmas bahkan tercatat melakukan penelusuran terhadap sekitar 3.000 orang, capaian yang menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Tengah dan mendapat penghargaan.

Selain penanganan dan penemuan kasus, upaya pencegahan turut diperkuat melalui pelibatan generasi muda, sejalan dengan dorongan Bupati agar seluruh elemen masyarakat ambil bagian. Perwakilan PPTI Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono menyampaikan, pihaknya bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Tegal mendorong peran Pramuka dalam edukasi promotif dan preventif terkait TBC, dengan Adiwerna disiapkan sebagai percontohan program tersebut.

"Adiwerna ini nantinya kita dorong menjadi role model. Ada sembilan SLTA yang siap kita dampingi untuk edukasi, sekaligus kegiatan-kegiatan dari Siaga dan Penggalang Pramuka," ungkap Widodo.

Menutup kegiatan, Ischak menegaskan keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan konsistensi, sinergi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat. "Target kita adalah eliminasi TBC pada 2030. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, Pramuka, dan masyarakat harus terus kita perkuat," pungkasnya.

Dengan dukungan Polda Jawa Tengah, inovasi teknologi seperti TOSS TB Tesla, serta keterlibatan Pramuka dan masyarakat di tingkat desa, Kabupaten Tegal menargetkan tren kasus TBC dapat ditekan secara bertahap menuju eliminasi pada 2030. (*)

ranahpesisir

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.