Perkuat Perlindungan Masyarakat, Wabup Tegal Dorong Sinergi Lintas Sektor Awasi Obat dan Makanan

 


PENGUATAN PENGAWASAN-Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid mendorong penguatan pengawasan obat dan makanan secara lebih proaktif sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah melindungi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Advokasi Terpadu Lintas Sektor Penguatan Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan di Ruang Rapat Bupati Tegal, Selasa (15/09/2026)./foto: istimewa 

SLAWI(ranahpesisir.com)-
Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid mendorong penguatan pengawasan obat dan makanan secara lebih proaktif sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah melindungi kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Advokasi Terpadu Lintas Sektor Penguatan Koordinasi Pengawasan Obat dan Makanan di Ruang Rapat Bupati Tegal, Selasa (15/09/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Loka POM, pemerintah daerah, kepolisian, serta berbagai instansi terkait dalam satu forum untuk memperkuat sinergi pengawasan. Langkah ini merupakan respons pemerintah daerah terhadap sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya pola peredaran tramadol yang kini turut memanfaatkan media sosial dan sistem cash on delivery (COD), penggunaan antibiotik tanpa resep, penggunaan bahan berbahaya pada pangan seperti pewarna tekstil, serta obat tradisional atau jamu yang mengandung bahan kimia obat.

Kholid menilai, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pengawasan dapat berjalan menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemantauan, hingga penanganan apabila ditemukan pelanggaran. Ia menegaskan pemerintah daerah ingin selalu selangkah lebih maju dalam melindungi masyarakat.

"Jangan menunggu laporan masyarakat. Jangan menunggu ada sesuatu yang kemudian menimbulkan korban, baru dilakukan tindakan," ujar Kholid.

Ia menambahkan, forum lintas sektor semacam ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam merespons pola peredaran obat yang terus berkembang, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keamanan obat dan makanan.

Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya mendampingi pelaku usaha, khususnya UMKM, melalui pendekatan pembinaan. Apabila ditemukan penggunaan bahan yang tidak aman dalam produk makanan, pelaku usaha akan diberikan alternatif bahan yang lebih aman dengan tetap mempertahankan cita rasa dan kualitas produk, sehingga UMKM tetap dapat berkembang tanpa terbebani kenaikan biaya produksi yang signifikan.

Kepala Loka POM di Kabupaten Tegal Salman Fariesy mengapresiasi terselenggaranya advokasi terpadu ini sebagai langkah memperkuat kembali koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan di Kabupaten Tegal. Menurutnya, keterlibatan berbagai sektor menjadi kekuatan tersendiri mengingat jenis produk yang diawasi cukup beragam dan berkaitan dengan kewenangan masing-masing instansi.

Melalui forum advokasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Tegal optimistis koordinasi antarinstansi akan semakin solid dalam menjalankan pembinaan dan pengawasan obat serta makanan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dan pemahaman yang lebih baik kepada pelaku usaha mengenai pentingnya menjaga keamanan produk yang beredar.(*)

ranahpesisir

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.