Pemkab Tegal Respons Kekeringan di Prupuk Selatan, Bantuan Air Bersih Disalurkan ke Enam Titik

 

AIR BERSIH,-Pemerintah Kabupaten Tegal merespons kebutuhan air bersih warga Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, yang terdampak kekeringan akibat mengeringnya sumber mata air selama musim kemarau. Bantuan air bersih disalurkan pada Selasa (20/10/2026) melalui sejumlah pihak, di antaranya BPBD, Perumda Air Minum (PDAM), dan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat./foto: istimewa 

SLAWI(ranahpesisir.con)-
Pemerintah Kabupaten Tegal merespons kebutuhan air bersih warga Desa Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, yang terdampak kekeringan akibat mengeringnya sumber mata air selama musim kemarau. Bantuan air bersih disalurkan pada Selasa (20/10/2026) melalui sejumlah pihak, di antaranya BPBD, Perumda Air Minum (PDAM), dan Palang Merah Indonesia (PMI), untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Sekretaris Desa Prupuk Selatan, Sri Sulastri, mengatakan bahwa kekeringan telah menyulitkan warga di sejumlah wilayah, terutama Dukuh Tras yang selama ini mengandalkan sumber air dari sungai dan fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang mengalami kerusakan.

“Ini sudah ketiga kalinya kami mengajukan permohonan bantuan air bersih. Khusus di Dukuh Tras, warga sampai harus pergi ke sungai untuk mencuci pakaian dan memenuhi kebutuhan lainnya karena sumber air bersih sudah tidak tersedia,” ungkap Sri Sulastri saat ditemui, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Prupuk Selatan telah mengajukan permohonan bantuan air bersih untuk enam titik pada 14 Oktober 2026. Bantuan tersebut mulai direalisasikan pada hari ini, termasuk pengiriman air dari PDAM dengan kapasitas tangki 5.000 liter dan PMI dengan kapasitas 4.000 liter.

Adapun enam wilayah yang tercatat mengalami kekeringan meliputi Karanganyar RT 002–003/RW 001, Karanganyar RT 003–004/RW 008, Dukuh Tras RT 003–004/RW 002, Sidamulya RT 004–006/RW 003, Arjasari Wetan RT 002/RW 003, serta Taman Mekar RT 005/RW 005. Berdasarkan data permohonan pemerintah desa, jumlah keluarga terdampak di masing-masing wilayah berkisar 125 hingga 298 kepala keluarga (KK).

Menurut Sri Sulastri, bantuan air bersih sangat membantu masyarakat, terlebih musim kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat ketersediaan air di wilayahnya semakin terbatas. Selama ini, pemerintah desa berupaya mengajukan bantuan melalui pemerintah kecamatan maupun lembaga terkait agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi.

“Alhamdulillah, kami merasa bangga karena permohonan yang kami sampaikan mendapat respons. Warga juga merasa diperhatikan dan terlindungi karena pemerintah hadir membantu memenuhi kebutuhan air bersih mereka,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap penanganan kekeringan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang diusulkan ialah pembangunan sumur bor di sejumlah titik, terutama di wilayah yang belum memiliki sumber air memadai. Pemerintah desa juga tengah mengupayakan perbaikan fasilitas Pamsimas di Dukuh Tras melalui dukungan anggaran yang telah diperoleh.

“Kami berharap ada bantuan sumur bor, khususnya untuk wilayah Sidamulya dan titik-titik lain yang membutuhkan. Dengan begitu, masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan tidak terus-menerus bergantung pada pengiriman tangki setiap musim kemarau,” tambahnya.

Salah seorang warga Dukuh Tras, Siti Nur Fatimah, mengungkapkan bahwa kesulitan air bersih telah dirasakan warga selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Warga yang tidak memiliki sumur sendiri terpaksa mengandalkan sumur di mushola yang terkadang juga mengalami kekeringan ketika digunakan bersama-sama.

“Kalau untuk kebutuhan air bersih, kami sangat membutuhkan. Selama ini, untuk mandi dan mencuci, sebagian warga masih harus pergi ke sungai. Kalau air di sumur mushola habis, kami harus menunggu sampai airnya tersedia lagi,” tutur Siti, warga RT 004/RW 002, Dukuh Tras.

Ia menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima karena dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk memasak dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan pemerintah yang sudah memberikan bantuan air bersih kepada kami. Kami semua senang dan sangat terbantu. Harapan kami, ke depan air bersih bisa tersedia secara berkelanjutan sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kekurangan,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Prupuk Selatan berharap dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tegal dan berbagai pihak dapat terus berlanjut, baik melalui penyaluran air bersih saat kondisi darurat maupun penyediaan infrastruktur air yang lebih permanen. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi musim kemarau berikutnya. (ZA)

ranahpesisir

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.